Bupati Parigi Moutong Pantau Lokasi Banjir Bandang di Desa Avolua, Perintahkan Penanganan Cepat dan Tepat Sasaran

Terkini 26 Aug 2026 20:20 3 min read 1 views By Ical

Share berita ini

Bupati Parigi Moutong Pantau Lokasi Banjir Bandang di Desa Avolua, Perintahkan Penanganan Cepat dan Tepat Sasaran
Bupati menekankan agar Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman segera memeriksa kondisi rumah warga yang terdampak untuk segera mendapat bantuan.

PARIMO– Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, langsung turun ke lapangan menyatukan lokasi banjir bandang yang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, pada Rabu (26/8/2026). Banjir terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dini hari, dan pada siang hari sekitar pukul 13.00 WITA, Bupati tiba di lokasi didampingi unsur Forkopimda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Di lokasi kejadian, Bupati segera mengarahkan langkah-langkah penanganan darurat yang harus dilaksanakan secara cepat dan terkoordinasi. “Langkah pertama, posko harus segera berdiri dan siap beroperasi. Selanjutnya, lakukan pendataan menyeluruh atas kerugian yang dialami masyarakat, seluruh OPD terkait wajib terlibat aktif,” tegas Bupati.

Bupati menekankan agar Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman segera memeriksa kondisi rumah warga yang terdampak untuk segera mendapat bantuan. Khusus warga yang mengungsi — sebagian besar saat ini berlindung di rumah kerabat dan belum di posko — diminta agar didata secepat mungkin sehingga bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan.

“Kita bisa segera menetapkan status tanggap darurat. Dengan demikian, anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dapat segera dicairkan untuk penanganan bencana ini,” ujar Bupati.

Penurunan alat berat juga menjadi prioritas utama. Diperkirakan pada sore hari ini alat berat sudah mulai beroperasi, meskipun yang pertama kali masuk berukuran lebih kecil agar dapat menjangkau sela-sela pemukiman warga untuk membersihkan tumpukan kayu dan material yang terbawa arus. Selain pembersihan, normalisasi aliran sungai menjadi perhatian utama agar aliran air kembali ke jalur semula dan risiko banjir berulang dapat diminimalkan.

"Kami khawatir jika hujan turun lagi malam ini, banjir bisa datang lebih besar dan lebih merusak. Oleh karena itu, Dinas PUPR diminta segera melakukan pemantauan menggunakan drone terlebih dahulu untuk memetakan kondisi lokasi. Jika memungkinkan, alat berat segera dikerahkan untuk membendung dan mengembalikan aliran air ke jalur semula," ungkap Bupati.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, tercatat 12 rumah mengalami kerusakan berat. Bupati juga menyoroti kemungkinan hubungan peristiwa ini dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa waktu lalu. “Pasca-kebakaran, kita sudah mengingatkan: jika hujan turun deras, banjir pasti terjadi karena sisa-sisa kayu dan material akan terbawa arus dan menumpuk di pemukiman. Inilah yang kini menimpa warga,” jelasnya.

Upaya pembersihan diharapkan secepatnya. Selain alat berat, tenaga kerja manual juga sangat dibutuhkan karena banyak titik yang tidak dapat dijangkau mesin. “Kita siapkan sekitar 50 lokasi. Bantuan personel dari Batalyon 873 juga telah hadir, namun masih membutuhkan alat pendukung seperti sekop dan cangkul yang akan segera kita penuhi,” tambah Bupati.

Terkait pemusatan pengungsi, saat ini masih dalam proses pendataan. Bupati transmisi agar posko induk segera dibentuk sebagai satu pintu penerimaan dan penyaluran bantuan, agar bantuan yang masuk terkoordinir rapi dan tepat sasaran, tidak terpecah-pecah. Perhatian khusus juga ditujukan kepada kelompok rentan — lansia, ibu hamil, dan balita — yang menjadi prioritas dalam pendataan dan pemberian bantuan.

Semua bergerak cepat, terpadu, dan mengutamakan keselamatan serta kebutuhan warga yang terdampak. Pemerintah Kabupaten siap hadir dan membantu sepenuhnya sampai warga dapat kembali beraktivitas normal.

Penulis : ICAL
Sumber : Diskominfo Parigi Moutong

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Sosmed Parimo